Komunitas kaolotan cibadak generasi ke 9 (Sembilan)

Berdasarkan asal usul leluhur kaolotan cibadak adalah salah satu kelompok masyarakat yang awalnya diperkirakan pada tahun 1909, merupakan pencaran dari kesepuhan yang ada kaitannya dengan ‘’prabu siliwangi’’ yang berasal dari pancer pengawinan.

pancer pangawinan salah satu keturunan dari‘’prabu siliwangi’’ dan masih berhubungan darah dengan ‘’prabu siliwangi’’ salah satu bukti yang di turunkan oleh ‘’prabu siliwangi’’ yaitu berupa senjata tradisional yang berbentuk pisau, yaitu: keris dan lagrang kepada kaolotan sebagai symbol bagi pemimpin masyarakat kaolotan.

Masyarakat kaolotan merupakan salah satu kesatuan sosial sejarah dan kebudayaan dengan masyarakat kesepuhan lain, (1). Awal penyebaran agama islam, karena mereka tidak mau memeluk/mengindari karajaan islam yang ada (2). Pada masa penjajahan belanda, karena menghindari serangan dari pemerintah colonial belanda, yang dianggap kejam dan tidak manusiawi sehingga menemukan daerah yang sepi subur untuk bercocok tanam, serta dianggap daerah yang aman dan nyaman untuk menata kehidupan baru sehingga memilih daerah ini sebagai tempat untuk menetap.

kasepuhan cibadak
Foto perkampungan komiunitas kesepuhan cibadak”

Terjadinya kemarau panjang membuat masyarakat kaolotan cibadak mengalami kekeringan, sehingga masyarakat kaolotan harus mengadakan riungan yang berarti (berkumpul) bergotong royong untuk memeriksa keadaan yang terjadi di hulu sungai.

Ketika masyarakat kaolotan memeriksa dihulu sungai, ternyata air sungai itu masih sangat jernih dan banyak airnya, tetapi air/sungai itu tidak bisa mengalir, karena terhalang atau tersumbat oleh kotoran badak yang sangat banyak, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

Namun hutan yang berada di hulu sungai ini adalah salah satu tempat berkembang biaknya binatang badak, karena sebab itu masyakat kaolotan harus selalu melakukan riungan.

Sekitar tahun 1919, sungai itu dinamakan “sungai cibadak” dan kaolotan juga dinamakan “kaolotan cibada” kaolotan cibadak ini terletak di sekitar gunung halimun, tepatnya di kaki dungus kibujangga dan dungus kondang.

Dungus kibujangga (hutan titipan) yang luasnya 8 Ha, di (hutan titipan) ini terdapat batu yang dikenal dengan punden berundak dan menhir diatasnya di tengah-tengah hutan kebujangga, dan bukan hanya itu saja, tetapi masih ada juga yang dikenal namanya batu nyunsung.
Batu nyunsung keramat ini adalah salah satu tempat para leluhur dan masih di percayai oleh masyarakat kaolotan cibadak sampai saat ini.

Luas wilayah kaolotan cibadak ini diperkirakan kurang lebihnya 240 Ha, berdasarkan letak geografis wilayah adat kaolotan cibadak serta dengan batas-batas wilayah adatnya yang berbatasan dengan sungai-sungai yaitu,sebagai berikut :
• Kali cimadur : terletak di sebelah utara
• kali cilingling : terletak di sebelah timur
• kali ciherang : terletak di sebelah selatan
• kali citangkurak : terletak di sebelah barat

Wilayah kaolotan cibadak selain memiliki panorama yang indah dan sejuk, juga memiliki beberapa situs/tempat-tempat penting bersejaraha, Antara lain:
• Dungus kibujangga : hutan adat (leweng titipan)
• Goa seketeng
• Bale kambang (tempat yang terapung)
• Paniisan (batu pasir dataran tinggi)
• Pancuran emas (sumber emas)
• Pamoyanan : hutan adat (lawing titipan)
• Parigi
• Dapur umum (peralatan-peralatan yang terbuat dari batu)
• Gunung handeuleling (Gunung)

Wilayah adat kaolotan cibadak masih memegang taguh aturan-aturan adatnya, hal ini di buktikan sebagai berikut :
• hubungan manusia dengan alamnya
• hubungan manusia dengan manusia
• dan hubungan manusia dengan leluhurnya

hal ini selalu dilakukan dengan ritual-ritual adat beserta larangannya, seperti :
berladang dan bersawah, mulai dari menanam sampai dengan memanen harus didahului dengan ritual adat yang berarti :
• memohon izin kepada alam
• leluhur
• dan sang pencipta
ini bertujuan agar di berikan kesehatan dan hasil panen yang memuaskan.

Setiap tahun masyarakat kaolotan cibadak selalu mengadakan acara/ritual yang di namakan (seren tahun), yang merupakan suatu acara ucapan syukur kepada alam, leluhur, dan sang pencipta atas segala hasil panen, keberhasilan dan kesehatan selama 1 (satu) tahun, serta memohon rezeki, kesehatan, dan keberhasilan di hari-hari yang akandatang.

Ketua kaolotan cibadak beserta pajajarannya :
Ketua kaolotan cibadak disebut kokolot atau pupuhu adat.
Kokolot atau pupuhu adat ini adalah salah satu yang memimpin masyarakat kaolotan cibadak, di dalam menjalankan mandatnya, kokolot atau pupuhu adat ini di bantu oleh beberapa orang yang masing-masing mempunyai gelar atau istilah sesuai tugasnya, Antara lain :
• kokolot/pupuhu (ketua adat)
• juru basa (menterjemahkan bahasa daerah ke Bahasa Indonesia)
• pagawe luar
• Amil (pemimpin acara/ritual pernikahan dan kematian)
• Paraji (dukun beranak)
• Bengkong (dokter sunat)
• Pandai
• Ngaraksa
• Ulu-ulu
• Rendang

Ruang hidup kaolotan cibadak.
Masyarakat kaolotan cibadak memiliki berbagai macam sumber penghidupan, karena wilayah adatnya mempunyai banyak potensi-potensi yang beragam seperti :
• Mata air
• Hutan
• Gunung
• Perkebunan
• Sawah
• Peternakan
• Sungai
• Pedagang dan pengusaha
• Pertambangan

kasepuhan cibadak2
Foto perkebunan dan persawahan yang ada di kaolotan cibadak”

Karena dari situlah mereka bisa menyambung kebutuhan hidupnya untuk sehari-hari, penduduk atau masyarakat kaolotan cibadak juga jarang mencari kebutuhan hidupnya dari luar, karena di kaolotan cibadak atau SDA nya saja itu sudah cukup bisa untuk menyambung kebutuhan hidupnya untuk sehari-hari.

Sawah :adalah temepat untuk bercocok tanam atau bertani salah satu penggunaan sawah adalah :
• Menanam padi
• Palawija

Proses-proses penanaman padi sendiri memiliki proses dan upcara-upacara khusus dari mulai membersihkan, menanam sampai dengan akhir panen, Padi yang sudah siap/selesai di panen akan disimpan ke leuit (rumah padi).

Proses ini yang disebut ngunjal, di dalam prosesnya ada yang dikenal dengan yang namanya Rengkong.
Rengkong adalah salah satu bahan yang terbuat dari bambu, yang digunakan untuk mengangkut padi ke lumbung padi (leuit), padi yang di gantung/di ikat dengan tali yang teruat dari (ijok), lalu digantungkan padi tersebut, ke kiri dan ke kanan dan masyrakat sambil mengeluarkan suara yang keras.

Cara dan perawatan menanam padi :
• Bibit padi di rendam selama 2 (dua) hari 2 (dua) malam
• Lalu disemai
• Proses pemupukan1 minggu setelah menanam padi
• Proses pemupukan kedua setelah padi berumur 30-40 hari

Jenis-jenis padi :
• Padi gubus
• Padi Kiara
• Padi super
• Padi pandan wangi
• Padi ciherang
• Padi merah rotan

Kaolotan atau yang di sebut dengan kokolot (pupuhu) tidak boleh menjual padi/beras dan rumah tidak boleh dirubah, apabila melanggar maka kokolot akan dikenakan sansi/denda.

Mata air atausungai :bisa digunakan atau di manfaatkan, salah satu contohnya yaitu :
• Sumber air bersih
• Air minum
• Mandi
• Mencuci
• Air rumah tangga
• Kolam
• Dan untuk pengairan di sawah

Hutan :juga salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat kaolotan cibadak, karena di dalam hutan terdapat tempat penyadapan pohon aren, kayu bakar dan sebagainya.

Ciri khas makanan kaolotan cibadak :
• Getuk
• Gula aren
• Puri neong

Ciri khas kaolotan cibadak :
• Ikat kepala

Cara dan bahan peralatan proses-proses pembuatan Gula merah.
• Pengambilan air aren selama 2 (dua) hari sekali
• Paminggur untuk memukul ijuk aren
• Gayung aren
• Dimasak selama kurang lebih 3-4 jam
• Cetakan Gula aren
• Daun salak pembungkus Gula aren
• Kayu/besi pengaduk aren
• Selama proses pengentalan, api di kurangkan agar proses pengentalannya sempurna
• Buah jarak atau buah mangis (untuk mengeraskan gula merah terseut agar tahan lama)
Pohon aren banyak fungsinya seperti ijuk (umbut yang bisa dimakan).

Ibu hamil (Kehamilan)
Kewajiban : bagi ibu hamil kemana pun dia pergi wajib membawa :
• Gunting
• Bawang putih
• Kemenyan
• Panglai
Karena ini menjadi salah satu perlindungan bagi ibu hamil.

Melanggar : jika ibu hamil tidak membawa kewajibanya yang berupa :
• Gunting
• Bawang putih
• Kemenyan
• Panglai
Maka ibu hamil itu akan di hantui oleh roh-roh yang tidak kelihatan.

Aturan-aturan kehamilan :
• Tidak boleh makan-makanan dan minuman sembarangan
• Tidak boleh minum obat-obatan
• Tidak boleh makan salak, durian, nanas, dan tape
• Tidak boleh memakan makanan bekas kelelawar
• Tidak boleh memakan mekanan (buah dan sayuran) yang tidak utuh bentuknya
• Tidak boleh melingkari handuk di leher
• Tidak boleh membunuh hewan sembarangan
• Tidak boleh mandi magrib
• Tidak boleh keluar rumah waktu magrib
• Tidak boleh keluar malam
Semua peraturan diatas agar untuk menjaga keselamatan dan janin, peraturan tersebut sudah menjadi turun-temurun dan tidak tahu siapa yang membuat peraturannya untuk pertama kali.

Kelompok social di kaolotan cibadak
• Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, pemuda/i, orang dewasa, dan lansa.
• Petani
• Penambang
• Paraji (dukun beranak/indung berang
• Amil )melaksanakan ritual pernikahan)
• Dan lain-lain

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *