Pemetaan Wilayah Adat Itu Penting

PD AMAN Sorong Raya Selenggarakan Pelatihan Fasilitator Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat

Yoga Kiply memberikan materi latihan pemetaan
Yoga Kiply memberikan materi latihan pemetaan

Sorong 8/ 12 /2016 – Unit Kegiatan Pelayanan Pemetaan Partisipatif (UKP3) Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN Sorong Raya) melaksanakan Pelatihan Fasilitator Pemetaan Partisipatif wilayah adat Suku Moi. Kegiatan pelatihan berlangsung dari tanggal 8 – 14 Desember 2016 di Kantor Lembaga Masyarakat Adat ( LMA).

Pelatihan fasilitator pemetaan partisipatif diikuti oleh peserta dari tiap tiap Kabupaten Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Raja Ampat. Keputusan untuk mengadakan pelatihan pemetaan ini merupakan hasil musyawarah pemuda adat dan warga masyarakat adat yang menginginkan agar tanah ulayat yang selama ini diklaim pemerintah sebagai tanah negara bisa kembali kepada Masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

konstan_ukp3_sorongraya
Kostan Maggablo

Ketua PD AMAN Sorong Raya Kostan Maggablo mengatakan pelatihan Fasilitator Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat Suku Moi, AMAN Sorong Raya ini sangat penting. “Melalui pemetaan kita jadi tahu batas – batas wilayah adat di sebuah komunitas adat, tanpa pemetaan masyarakat adat akan kesulitan mengetahui dengan jelas mana itu batas – batas wilayah adat kita,” kata Konstan

Sem Vani Ulimpa salah satu peserta mengatakan dengan adanya pelatihan Fasilitator Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat membuat Sem Vani sadar betapa penting bagi pemuda –pemudi adat ikut dalam pelatihan pemetaan ini. “Jangan berakhir disini, kita para pemuda harus melaksanakan tindak lanjut untuk menjaga wilayah dan hutan adat. Komunitas adat harus melakukan pemetaan terhadap wilayah adatnya masing –masing agar batas-batas wilayah adat menjadi  jelas,” kata Sem.

pelatihanukp3_sorongraya_2Materi pelatihan selama satu minggu diberikan oleh Andri Cheng dan Bang Yoga Kipli, staf Pengurus Besar Aliansi Masyarkat Adat Nusantara (AMAN) menjadi motivasi tersendiri bagi peserta agar mampu mengambil kembali tanah ulayat warisan leluhur yang selama ini diklaim pemerintah sebagai tanah negara.

Pelatihan fasilitator pemetaan partisipatif wilayah adat materinya bukan hanya teori, tapi ada sesi survey lapangan untuk pengambilan data lapangan dan titik- titik koordinat di tiap-tiap lokasi wilayah adat. Hasil dari survey lapangan dilanjutkan menggambar peta wilayah adat Marga Malaseme (lokasi survey lapangan). Menggambar Peta Wilayah Adat bertujuan agar peserta dapat membayangkan wilayah adat yang akan dipetakan.

Tujuan lain dari pelatihan ini untuk memperbanyak kader-kader Fasilitator Pemetaan Partisipatif di lingkungan Pengurus Daerah AMAN Sorong Raya. Para peserta difasilitasi untuk mempelajari konsep pemetaan wilayah adat, dasar-dasar pemetaan partisipatif, dan penggunaan alat alat seperti pemetaan_latih_ukp3_sorongraya_1meteran, kompas, GPS, dan alat pendukung lainnya.

Setelah pelatihan ini para peserta diharapkan siap menyebar luaskan informasi tentang pentingnya pemetaan partisipatif wilayah adat dan akan memfasilitasi komunitas AMAN di daerah yang telah mengajukan permohonan pelayanan pemetaan partisipatif  kepada pengurus daerah dan pengurus wilayah AMAN Sorong Raya

Peserta Praktik lapangan
Peserta Praktik lapangan

Dengan adanya fasilitator-fasilitator pemetaan partisipatif di setiap pengurus daerah diharapkan dapat membantu kerja-kerja UKP3 mempercepat  kerja pelayanan pemetaan partisipatif bagi komunitas-komunitas Anggota AMAN di seluruh Nusantara*** Ferddy Siwele